Laporan : Yuan | Editor : Witriyani
PURBALINGGA | MERDEKA1.COM – Menyambut arus mudik Lebaran 2026, jajaran kepolisian terus mematangkan berbagai langkah guna memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, nyaman, dan lancar. Salah satunya dilakukan Polres Purbalingga dengan menghadirkan beragam inovasi layanan hospitality bagi para pemudik selama pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026.
Operasi pengamanan tersebut dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Dalam rangka mendukung kelancaran arus mudik, Polres Purbalingga menyiapkan sejumlah fasilitas di pos-pos pengamanan yang tersebar di jalur utama mudik wilayah Kabupaten Purbalingga.
Pos pengamanan tidak hanya difungsikan sebagai titik pengaturan lalu lintas, tetapi juga sebagai tempat singgah bagi pemudik yang membutuhkan waktu untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.
Kapolres Purbalingga AKBP Anita Indah Setyaningrum menjelaskan, berbagai fasilitas telah disiapkan untuk memberikan kenyamanan bagi para pemudik.
“Di pos pengamanan tersedia tempat duduk santai, layanan refleksi keluarga, charging station, wifi gratis, serta coffee corner yang menyediakan kopi, teh, dan makanan ringan secara cuma-cuma,” jelasnya.
Selain itu, disediakan pula ruang laktasi, ruang istirahat, serta toilet portable guna menunjang kenyamanan masyarakat selama berada di lokasi.
Tidak hanya layanan istirahat, Polres Purbalingga juga menghadirkan inovasi edukasi melalui program Wayang Sedulur Mudik, yakni pagelaran wayang lalu lintas secara mobile yang menyajikan hiburan sekaligus edukasi keselamatan berkendara di titik keramaian maupun rest area.
Untuk membantu pemudik yang terjebak antrean kendaraan, petugas juga menyiapkan program Kopi Jaga Dalan dengan membagikan kopi serta makanan ringan secara gratis agar kondisi fisik pemudik tetap prima selama perjalanan.
“Program ini dilaksanakan di sepanjang jalur mudik wilayah Kabupaten Purbalingga saat terjadi kemacetan atau antrean panjang kendaraan,” tambahnya.
Di sisi lain, Polres Purbalingga juga menyiapkan layanan Medis Mobile berupa ambulans dan sepeda motor yang dilengkapi peralatan medis guna memberikan pertolongan cepat bagi pemudik yang mengalami gangguan kesehatan di perjalanan.
Untuk kendaraan yang mengalami kendala ringan, tersedia Bengkel Siaga Mudik yang memberikan layanan servis ringan hingga penggantian oli. Bengkel ini direncanakan beroperasi di jalur mudik wilayah Kecamatan Bojongsari.
Apabila kendaraan mengalami kerusakan yang lebih serius, Polres Purbalingga juga menyiagakan layanan JAGAT (Jaga Angkutan dan Kendaraan Terkendala) berupa derek dan towing yang siap membantu pemudik di jalur mudik. Kendaraan derek tersebut disiagakan di Jalan AW Soemarmo Purbalingga.
Seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik, Polres Purbalingga turut menghadirkan Charge Point Mudik atau titik pengisian daya kendaraan listrik yang berlokasi di Rest Area Masjid Cheng Ho, Kecamatan Mrebet, Purbalingga.
Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan CEKAT (Cek Kesehatan Gratis Terpadu) yang menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis, mulai dari pengecekan tekanan darah, gula darah, konsultasi kesehatan hingga pemberian obat dan vitamin. Layanan ini tersedia di Pos Terpadu Operasi Ketupat Candi di Alun-alun Purbalingga.
“Kami ingin pos pengamanan tidak hanya menjadi tempat pengaturan lalu lintas, tetapi juga menjadi tempat singgah yang nyaman bagi para pemudik. Dengan berbagai fasilitas ini, diharapkan masyarakat dapat beristirahat dengan baik sebelum melanjutkan perjalanan,” ungkap Kapolres.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto mengapresiasi berbagai inovasi pelayanan yang dihadirkan oleh Polres Purbalingga untuk mendukung kelancaran arus mudik tahun ini.
Menurutnya, inovasi tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan kehadiran Polri yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memberikan pelayanan humanis bagi para pemudik. Dengan berbagai inovasi ini, diharapkan perjalanan mudik masyarakat dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan menyenangkan,” pungkasnya.






