Laporan |M.Supadi
UNGARAN | MERDEKA1.COM – Wajah haru terpancar dari Marsini (50), warga Desa Candigaron, Kecamatan Sumowono, saat namanya dipanggil untuk menerima honorarium penjaga tempat ibadah dari Pemerintah Kabupaten Semarang. Ia tampak gugup sekaligus bahagia ketika maju ke depan menerima penghargaan tersebut di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran, Jumat (13/3/2026) petang.
Marsini yang sehari-hari bekerja sebagai petani sayuran telah mengabdi selama 30 tahun sebagai tenaga kebersihan sekaligus penjaga ketertiban di Vihara Kasapa, Desa Candigaron.
Selama puluhan tahun itu pula, ia membagi waktunya antara bekerja di ladang dan menjaga tempat ibadah di desanya.

“Terima kasih atas perhatian dari Bapak Bupati. Honor ini sangat berarti untuk keluarga saya,” ujar Marsini dengan suara bergetar.
Dalam kesempatan tersebut, Marsini bersama 12 penerima insentif lainnya menerima penghargaan secara simbolis dari Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha didampingi Wakil Bupati Hj. Nur Arifah serta sejumlah pejabat dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dedikasi para rohaniawan dan penjaga tempat ibadah yang selama ini turut menjaga suasana kehidupan beragama tetap aman dan kondusif di tengah masyarakat.
“Kita semua sepakat menjaga suasana damai dan nyaman dalam kehidupan beragama. Kami mohon maaf jika insentif yang diberikan belum bisa lebih besar karena adanya efisiensi anggaran,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Semarang, Asep Mulyana menjelaskan bahwa pada tahun ini pemerintah daerah menganggarkan insentif bagi 2.136 imam masjid, pengkhotbah, dan rohaniawan di berbagai tempat ibadah dengan nominal masing-masing Rp700 ribu. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp1.495.200.000.
Rinciannya terdiri dari 1.778 imam masjid, 288 rohaniawan gereja, 45 rohaniawan vihara, tiga rohaniawan pura, 21 rohaniawan sanggar, serta seorang rohaniawan klenteng.
Selain itu, insentif juga diberikan kepada 2.124 tenaga keamanan, marbot, dan penjaga tempat ibadah masing-masing sebesar Rp500 ribu dengan total anggaran Rp1.062.000.000. Penerimanya meliputi 1.770 marbot masjid, 285 tenaga keamanan gereja, 45 tenaga keamanan vihara, 20 tenaga keamanan pura, serta masing-masing satu orang tenaga keamanan sanggar dan klenteng.
“Kami melakukan verifikasi calon penerima dari usulan kepala desa atau lurah agar insentif yang diberikan benar-benar tepat sasaran,” jelas Asep.
Program pemberian insentif ini diharapkan dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian para penjaga tempat ibadah yang selama ini berperan menjaga kebersihan, keamanan, serta kenyamanan umat dalam menjalankan kegiatan keagamaan.






