Mimpi Jadi Ahli Keamanan Siber Tertunda, Elisa Butuh Uluran Tangan untuk Lawan Kanker Tulang

Kamis, 12 Februari 2026 - 23:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Reporter| Witriyani 

Salatiga|Merdeka1.com  – Di usia yang baru menginjak 20 tahun, Elisa Isti seharusnya tengah fokus mengejar mimpinya menjadi Sarjana Keamanan Siber. Namun takdir berkata lain. Mahasiswi berprestasi dari salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Salatiga itu kini masih berjuang melawan kanker tulang yang dideritanya selama dua tahun terakhir.

Dikenal sebagai pribadi ceria, ramah, dan kerap membantu teman-temannya dalam mengerjakan tugas kuliah, Elisa menjadi sosok yang penuh semangat di lingkungan kampus. Kondisi kesehatannya yang terus diuji justru mengundang simpati, doa, dan dukungan dari banyak pihak.

Perjalanan pengobatan Elisa tidaklah singkat. Ia telah menjalani berbagai tahapan medis di sejumlah rumah sakit, di antaranya:
Kemoterapi tahap awal di RS Moewardi Solo.
Operasi pengangkatan sel kanker di RS dr. Soeharso Kartasura.

Radioterapi di RS Ken Saras Bergas, Karangjati.
Kini, Elisa harus kembali menjalani kemoterapi lanjutan di RS Ken Saras. Dalam proses tersebut, ia sangat membutuhkan obat Etoposide yang menjadi bagian penting dari terapi melawan sel kanker.

Untuk satu kali proses kemoterapi (obat dan rawat inap selama lima hari), dibutuhkan biaya sekitar Rp15.000.000. Proses ini harus dijalani sebanyak enam kali, sehingga total kebutuhan mencapai Rp90.000.000. Selain itu, Elisa juga membutuhkan susu vitamin penunjang kesehatan sebesar Rp2.000.000 per bulan.
Jumlah tersebut menjadi beban berat bagi keluarga Elisa yang memiliki keterbatasan ekonomi. Karena itu, keluarga dan rekan-rekan kuliahnya membuka donasi guna membantu kelanjutan pengobatan.

Donasi dapat disalurkan melalui rekening:
BNI
1918108597
a.n. Ayuk Widayanti
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi rekan kuliah Elisa yang mengoordinasikan penggalangan dana:

Bima Aditya – 0858-7648-1642
Harapannya, dengan dukungan dan uluran tangan masyarakat, Elisa dapat kembali pulih, melanjutkan perkuliahan, serta meraih cita-citanya membanggakan keluarga.
Selain bantuan materi, doa dan dukungan moral juga sangat diharapkan agar Elisa terus diberi kekuatan dalam menghadapi perjuangan panjang ini.(..)

Baca Juga  Ruqyah Bukan Sekadar Ritual, 125 Praktisi JRA Diuji Kompetensinya di Salatiga

Berita Terkait

Rayakan Imlek 2577, SKL Ambarawa Tegaskan Semangat Toleransi dan Kebhinekaan
Ruqyah Bukan Sekadar Ritual, 125 Praktisi JRA Diuji Kompetensinya di Salatiga
Diduga Langgar Kesusilaan di Ruang Publik Digital, Live TikTok Oknum Kades Ambarawa Disorot Tajam

Berita Terkait

Kamis, 19 Februari 2026 - 00:06 WIB

Rayakan Imlek 2577, SKL Ambarawa Tegaskan Semangat Toleransi dan Kebhinekaan

Kamis, 12 Februari 2026 - 23:37 WIB

Mimpi Jadi Ahli Keamanan Siber Tertunda, Elisa Butuh Uluran Tangan untuk Lawan Kanker Tulang

Sabtu, 7 Februari 2026 - 18:39 WIB

Ruqyah Bukan Sekadar Ritual, 125 Praktisi JRA Diuji Kompetensinya di Salatiga

Kamis, 5 Februari 2026 - 23:18 WIB

Diduga Langgar Kesusilaan di Ruang Publik Digital, Live TikTok Oknum Kades Ambarawa Disorot Tajam

Berita Terbaru